ASEAN MRA-TP Toolboxes
Tinjauan komprehensif tentang proses dan persyaratan penilaian untuk profesional teknis di bawah Pengaturan Pengakuan Bersama ASEAN.
4.1 Pengantar Pelatihan dan Penilaian Berbasis Kompetensi (CBT dan CBA)
- FOKUS CBT/CBA
- Apa yang seorang pekerja diperbolehkan untuk dilakukan dan diwajibkan untuk dilakukan di tempat kerja.
- Mendefinisikan Kompetensi
- Kemampuan untuk melakukan tugas sesuai standar tempat kerja yang diharapkan.
- Tujuan ASEAN
- Menghasilkan pekerja yang sedang dicari oleh industri, meningkatkan lapangan kerja.
- Penilaian Berbasis Kompetensi
- Mengumpulkan bukti untuk menilai kinerja terhadap standar.
4.2 Kompetensi: Elemen-Elemen Inti
- Apa itu Kompetensi?
- Kompetensi melibatkan penerapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tertentu secara konsisten untuk partisipasi yang efektif dalam lingkungan kerja, dari waktu ke waktu.
- Pengetahuan
- Apa yang seseorang perlu ketahui untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif.
- Keterampilan
- Penerapan pengetahuan untuk menciptakan hasil tempat kerja.
- Sikap
- Alasan di balik penerapan pengetahuan dan kinerja keterampilan.
4.3 Penilaian Berbasis Kompetensi (CBA)
- Apa itu CBA?
- CBA adalah strategi utama untuk menilai kompetensi aktual dari peserta pelatihan atau pekerja. CBA menggunakan beragam metode untuk memastikan penilaian bersifat valid, adil, dapat diandalkan, dan fleksibel.
- Metode Penilaian
- DI TEMPAT KERJA | Penilaian dilakukan langsung di lingkungan tempat kerja yang sesungguhnya.
- DI LUAR TEMPAT KERJA | Evaluasi di institusi pelatihan atau pusat bersertifikat.
- KOMBINASI | Sebuah gabungan dari kedua metode di tempat kerja dan di luar tempat kerja.
- Manfaat Utama
- Peserta pelatihan tidak lagi memerlukan absen yang lama dari pekerjaan untuk memperoleh kualifikasi terakreditasi.
4.4 Proses Penilaian
- Strategi Inti Penilaian
- Penilaian mengukur kemampuan individu terhadap standar kompetensi ACCSTP dan kualifikasi CATC. Hal ini melibatkan pengumpulan bukti melalui beragam metode untuk menilai apakah pekerjaan dapat dilakukan sesuai dengan standar.
- Enam Langkah Penting
- RENCANAKAN DAN ORGANISASI | Menentukan persyaratan dan logistik penilaian.
- PERSIAPKAN KANDIDAT | Informasikan kandidat tentang proses dan ekspektasi.
- KUMPULKAN DAN NILAI BUKTI | Kumpulkan data (observasi, tes, wawancara) dan evaluasi.
- CATAT PENILAIAN | Dokumentasikan semua temuan dan hasil penilaian.
- BERIKAN UMPAN BALIK ATAS PENILAIAN | Komunikasikan hasil dan area untuk perbaikan kepada kandidat.
- CATAT DAN LAPORKAN HASIL | Finalisasi dan kirimkan laporan penilaian resmi.
4.5 Menilai Kompetensi
- Inti dari Penilaian Kompetensi
- Bagian ini merinci bagaimana asesor mengumpulkan dan mengevaluasi bukti untuk mengonfirmasi kemampuan kandidat terhadap unit-unit kompetensi yang ditentukan. Ini adalah penerapan praktis dari Penilaian Berbasis Kompetensi (Competency-Based Assessment/CBA).
- Kebutuhan akan Bukti
- Bukti adalah pembuktian bahwa kandidat dapat melakukan tugas sesuai standar yang dipersyaratkan. Asesor mengumpulkan bukti yang cukup dan valid di semua elemen kompetensi untuk menilai "Kompeten" atau "Belum Kompeten."
- Aturan Bukti (VAC)
- VALID | Bukti berhubungan langsung dengan kriteria kinerja yang dipersyaratkan.
- OTENTIK | Bukti benar-benar merupakan hasil kerja kandidat sendiri.
- TERKINI | Bukti mencerminkan standar dan praktik industri yang baru-baru ini.
- CUKUP | Bukti yang memadai untuk membuat penilaian yang tepat di semua komponen.
- Alat & Metode Penilaian
- OBSERVASI | Mengamati tugas secara langsung di lingkungan nyata atau simulasi.
- PERTANYAAN LISAN/TERTULIS | Mengukur pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan pemecahan masalah.
- TINJAUAN HASIL KERJA | Memeriksa hasil nyata dari pekerjaan seorang kandidat.
- PERNYATAAN PIHAK KETIGA | Umpan balik dari atasan, rekan kerja, atau klien.